Irwasda Polda NTT Buka Rakernis Birologistik 2026, Tekankan Pengelolaan Aset yang Akuntabel dan Modern
Kupang — Biro Logistik Polda Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 dengan mengusung tema “Menuju Era Baru Logistik Polri yang Adaptif, Prediktif, Efisien, Modern, Berkelanjutan dan Akuntabel”, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 Wita tersebut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda NTT, perwakilan KPKNL Kupang, para Kabag Log Polres jajaran, serta peserta Rakernis Birologistik Polda NTT.
Rakernis dibuka secara resmi oleh Irwasda Polda NTT Kombes Pol. Enriko Sugiharto Silalahi, S.I.K., M.Kn., yang mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S I.K., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan logistik yang tertib dan bertanggung jawab karena seluruh sarana prasarana Polri berasal dari anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional.
“Fungsi logistik memiliki peran vital sebagai urat nadi organisasi Polri. Bukan hanya soal pengadaan, tetapi juga menyangkut pemeliharaan, perawatan hingga pendistribusian sarana dan prasarana secara tepat sasaran,” ujarnya.
Irwasda juga mengingatkan seluruh personel pengemban fungsi logistik agar aktif memahami dan menyelesaikan persoalan administrasi maupun pengelolaan aset di satuan masing-masing guna mencegah terjadinya temuan berulang dalam pemeriksaan dan pengawasan internal.
Dalam Rakernis tersebut turut dipaparkan sejumlah hasil dan arah kebijakan dari Rakernis Slog Polri Tahun 2026 yang sebelumnya digelar di Mabes Polri. Salah satunya terkait penguatan sistem pengelolaan logistik modern melalui konsep Minimum Essential Police Equipment (MEPE) yang akan menjadi dasar penghitungan kebutuhan dan pengelolaan peralatan Polri pada periode Renstra 2025–2029.
Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan mengenai pentingnya validasi data inventaris, proses transfer aset antar satuan, hingga percepatan penghapusan barang rusak berat agar tidak menjadi beban administrasi berkepanjangan.
Dalam forum tersebut juga diungkap tiga akar persoalan utama yang masih menjadi tantangan di bidang logistik Polri, yakni patologi fisik berupa penumpukan barang rusak atau tidak terpakai, patologi data akibat ketidaksesuaian data riil dengan aplikasi pengelolaan aset, serta patologi proses berupa lambannya penghapusan aset dan minimnya pelaksanaan stock opname rutin.
“Seluruh barang inventaris harus didaftarkan dan dikelola dengan baik. Barang rusak berat harus segera dihentikan penggunaannya dan diproses sesuai ketentuan,” tegas Irwasda.
Rakernis juga menjadi wadah evaluasi dan konsolidasi bagi seluruh pengemban fungsi logistik jajaran Polda NTT agar mampu meningkatkan kualitas tata kelola logistik yang lebih profesional, transparan, dan mendukung operasional kepolisian secara maksimal.
Kegiatan pembukaan Rakernis berlangsung aman dan lancar, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari KPKNL Kupang terkait pengelolaan aset negara dan tata cara administrasi barang milik negara di lingkungan Polri.
Rakernis Biro Logistik Polda NTT Tahun Anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 25 hingga 26 Mei 2026.
#PolldaNttPenuhKasih
Humas Polres Alor

